Subuh tadi sekitar seperempat dari waktu ke 5,
aku menemukanmu,
aku sepertinya hilang dari benakmu,
selama kamu sedang bahagia sekarang.
Nanti lagi,
mungkin bisa bahagia bersama.
Aku tau ini mirip symphoni murahan bicara patah hati.
Tapi kali ini, mohon biarkan sastraku jadi apa adanya.
"kamu 3 kali meninggalkanku dengan yang berbeda, berarti 3 kali pula ku lakukan program munafik besar-besaran dalam hatiku. Sesekali pernah, aku hampir bilang yang sebenarnya. Namun, seketika segera cepat ku ralat lusa nya.
Sekarang, kamu sedang menikmati dengannya.
Sementara?
Atau
Selamanya?
Tolong cerita padaku jika kamu sudah selesai bermain-main. Karena aku masih bersedia,
jika nanti lagi
kamu sudah
tidak sedang di atas angin,
tidak sedang mencari bahagia semu,
tidak sedang bersama mereka-mereka,
bahkan
sedang tidak punya apa-apa sekalipun.
Karena aku, hatiku
selalu sama,
aku tidak pernah berubah sepertimu.
Perubahan-perubahanmu sudah seperti gempa bumi untukku. Jadi, aku tidak ingin membuatmu merasakannya juga.
Terakhir lagi,
hatiku tetap sama . . .
Dari 7 tahun yang mundur, ke 7 tahun yang maju nanti, . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar