Dia sudah selesai mencari si titik merah
gemuruh dalam riak tenggorokan memaksa keluar
sesak sudah memori di ingatannya
terputus putus roh tiada kasat mata melebur
terbawa jauh menyambut imaji dalam lamunan
kelinci kelinci kemudian memanggil seraya terlena buaian tulus
menghilang jauh
lepas lagi setitik merah itu
mencari lagi
terlepas lagi
karena terulang tiada berakhir
perlu lagi resapi dalam jiwa lagi
ia merenggut semua prasangka
lewat senyuman sang kesedihan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar