Sabtu, 24 Juli 2010
Keretaku hatiku
Melalui satu demi satu stasiun, banyak demi banyak kereta, dan sejuta juta konco penumpang *begitu aku kerap menyebutnya,mempunyai milyaran cerita yang tergambar di bingkainya..selalu saja membuat hatiku bergetar, bukan karna terharu, bukan karna tersentuh, atau melankolis ill yang sedang kambuh, tapi justru karna.. Hatiku seperti mampu membaca sederet al kisah yang dimainkan oleh mereka2 yang terlihat dari balik kaca jendela ini, bahkan segala jenis properti yang ada di dalamnya pun punya ukiran ukiran yang khas tentang bagaimana sebenarnya maunya hidup ini..Ohh, bagaimana mungkin derai2 pantomim ini mampu menyampaikan begitu banyak episod di setiap chapternya..Ada yang kaya, ada yang cukup2 saja, dan banyak yang miskin. Aku barusan teringat, perjlanan malang jakarta dengan matarmaja, kala itu di bangku kereta yang sangat keras dan sempit, ada sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah ibu, dan dua anaknya yang terusssss menangis, mungkin karna matarmaja yang memang crowded.. Sesaat itupun hatiku langsung berkata: huh, sby harus liat ini semua, masih terlalu banyak orang miskin di negri ini, tapi juga terlalu banyak orang yang apply BBM di handphonenya, walaupun harga blackberry sekarang nggk semahal dulu, tapi pliis dehh... Terlalu banyakanak muda yang tumbuh menjadi keras karna mereka di didik demikian oleh swot di sekitarnya. Hufth.Ada lagi yang aku ingat, kira2 sepuluh tahun yang lalu, jakarta surbaya, aku menaiki kereta terbagus pada masa itu, anggrek, tapiii massa bonek sedang beraksi..jadilah perjalananku penuh dengan teriakan histeris konco penumpang dimana2,. Restorasi terbaik kala itu hancur lebur ditimpukki batu2 kelas berat oleh orang2 yang juga ngefans berat sama persebay dan akhirnya emosi berat gara2 kekalahannya. Woww.. Ngeri parah!!Ada lagi yang juga menarik di ingatanku, kali ini malang jakarta, juga dengan matarmaja, jadwal solat isya magrib jama takdimku biasanya jatuh di semarang, tapi kala itu, berhentinya matarmaja di stasiun semarang terlalu cepat sehingga terlalu beresiko untuk memutuskan solat disana..kami, aku dan sahabatku, menunggu di pemberhentian stasiun berikutnya, kira 2 pukul setengah satu malam wib .. Matar berhenti..di sebuah stasiun keciiiil sekali dan asli nggk ngerti dimana. Yaweslah turun aja drpd nggk solat tambah ribet di akhirat. Awalnya kami bersama segerombolan orang yang juga turun untuk cari mesjid di sekitar stasiun kecil itu, tapi jauuuuuuh sekali kami berjalan, akhirnya tinggal 3 orang yang bertahan... Saat itu, benar2 pasrah kalo harus ketinggalan kereta gara2 nyari mesjid.. Tapi dari situ aku memahami bagaimana makna ketakwaan.Kalau yang kali ini, aku sedang duduk di sancaka, jogja surabaya, bersama ibu dan bapakku yang asik nostalgia di kursi belakang * dulu beliau sekolah di jogja, jadi sering ambil rute jogja sby dengan ekonomi class pada jaman itu..Huu,,, terlalu indah pemandangannya untukku tinggal meneruskan tulisan ini, akhir kata..Sering2lah melihat ke bawah.. Karna itu adalah ladang syukur, namun jangan jua menutup diri dari hal2 yang dia atas, karna itu mampu memberi pengetahuan yang juga baik bagi kita. Sekian :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar